Bismillah
“Kota Konstantinopel akan
jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin
dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
عن
أبي
قبيل
قال
: كنا
عند
عبدالله بن
عمرو
بن
العاص
وسئل
: أي
المدينتين تفتح
أولا
القسطنطينية أو
رومية
؟
فدعا
عبدالله بصندوق
له
حلق
قال
: فأخرج
منه
كتابا
قال
: فقال
عبدالله : بينما
نحن
حول
رسول
الله
صلى
الله
عليه
و
سلم
نكتب
إذ
سئل
رسول
الله
صلى
الله
عليه
و
سلم
: أي
المدينتين تفتح
أولا
: أقسطنطينية أو
رومية
؟
فقال
رسول
الله
صلى
الله
عليه
و
سلم
: مدينة
هرقل
تفتح
أولا
. يعني
: قسطنطينية
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita
sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan
dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?
Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
Hadits ini dishahihkan oleh
al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi
berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan
adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)
Ada dua kota yang disebut dalam
nubuwwat nabi di hadits tersebut;
1. Konstantinopel
1. Konstantinopel
Kota yang hari ini dikenal dengan
nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama
Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan benteng legendaris tak
tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih, sultan ke-7 Turki
Utsmani.
2. Rumiyah
Dalam kitab Mu’jam al-Buldan
dijelaskan bahwa Rumiyah yang dimaksud adalah ibukota Italia hari ini, yaitu
Roma. Para ulama termasuk Syekh al-Albani pun menukil pendapat ini dalam
kitabnya al-Silsilah al-Ahadits al-Shahihah.
Kontantinopel telah dibuka 8 abad
setelah Rasulullah menjanjikan nubuwwat tersebut. Tetapi Roma, hingga hari ini
belum kunjung terlihat bisa dibuka oleh muslimin. Ini menguatkan pernyataan
Nabi dalam hadits di atas. Bahwa muslimin akan membuka Konstantinopel lebih
dulu, baru Roma.
Itu artinya, sudah 15 abad sejak
Rasul menyampaikan nubuwwatnya tentang penaklukan Roma, hingga kini belum juga
Roma jatuh ke tangan muslimin.

Wilayah Kekaisaran Romawi dibagi
menjadi 2 (Imperium Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Imperium Romawi Timur
dengan Ibukota Konstantinopel). Dibagi oleh Diocletian th 305 M kemudian dibagi
permanen oleh Theodosius I berkuasa 395 M
Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople
yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja
meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban.
Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota,
dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah
satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan
dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada
kondisi geopolitik saat itu. Constantinople yang kini menjadi Istanbul.
Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap
mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota
di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas
Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut
antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai
pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Yang mengincar kota ini untuk
dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab
Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem.
Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai
strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui
riwayat Hadits di atas. Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah
menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak
hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada nubuwah
Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.
“Kota Konstantinopel akan
jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin
dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Siapakah yang dimaksud dalam nubuwah
nabi tersebut???

Sultan Muhammad II/Muhammad Al Fatih
naik tahta di umur 19 th dan menaklukkan Konstantinopel di umur 21 th
Jika anda terkagum-kagum dengan
penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin
Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven, maka perang antara Constantine XI
Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam
hitungan hari tapi berminggu-minggu. Sultan muda dari kerajaan Turki Ustmani
ini berhasil menuntaskan amanat Rasul sekaligus mimpi umat Islam selama delapan
abad.
Sultan Muhammad II dilahirkan pada
29 Maret 1432 Masehi di Adrianapolis (perbatasan Turki – Bulgaria). menaiki
takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481).
Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang
memimpin sendiri 25 peperangan. Di dalam bidang akademik pula, Beliau adalah
seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa yaitu
Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak
pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud
sejak baligh. Beliau wafat pada 3 Mei 1481 karena sakit gout sewaktu dalam
perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia.
Beliau menaiki takhta ketika berusia
19 tahun dan menaklukkan KONSTANTINOPEL di saat beliau berumur 21 tahun
..Allahu Akbar…. Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentara
agung yang memimpin sendiri 25 peperangan. Seorang pemimpin yang hebat, pilih
tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam
perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam
dari Dinasti Mamluk dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol)
Upaya pertama dilakukan oleh
Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668 M, namun gagal dan salah satu sahabat
Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub
sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa
dicapai oleh kaum muslim karena ingin mendengarkan derap langkah kuda sebaik2
pemimpin di zamannya. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan
beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari Bani
Umayyah maupun Kekhalifahan Abbasiyah hingga zaman Turki Utsmani di masa Sultan
Murad II juga gagal menaklukan Konstantinopel. Salah satu peperangan Murad II
adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis yang
telah membunuh ratusan ribu muslimin (Dracula karya Bram Stoker adalah
terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi,
hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani. Sejak
Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah
satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut dengan
Yanisari/Janissari. Dengan pasukan militernya turki Utsmani menguasai
sekeliling Byzantium/Konstantinopel hingga Constantine XI merasa terancam,
walaupun benteng yang melindungi -bahkan 2-3 lapis- seluruh kota sangat sulit
ditembus. Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang
terjadi tidak bisa banyak membantu.
#CONSTANTINE XI PALEOLOGUS#
Hari Jumat, 6 April 1453 M, Muhammad II bersama gurunya Syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya Halil Pasha dan Zaghanos Pasha(http://en.wikipedia.org/wiki/Pasha) merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam -teknologi baru pada saat itu- Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai dan membayar upeti atau pilihan terakhir yaitu perang. Constantine menjawab bahwa dia tetap akan mempertahankan kota dengan dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovani Giustiniani dari Genoa.
Hari Jumat, 6 April 1453 M, Muhammad II bersama gurunya Syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya Halil Pasha dan Zaghanos Pasha(http://en.wikipedia.org/wiki/Pasha) merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam -teknologi baru pada saat itu- Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai dan membayar upeti atau pilihan terakhir yaitu perang. Constantine menjawab bahwa dia tetap akan mempertahankan kota dengan dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovani Giustiniani dari Genoa.

Constantine XI, the last Byzantine
Emperor at the battlements, dawn of the 29th May of 1453, 200 X 145 cm,- oil on
canvas, 2003 by Iannis Nikou
Kota dengan benteng >10m tersebut
memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit
7m. Dari sebelah barat pasukan artileri harus membobol benteng dua lapis, dari
arah selatan Laut Marmara pasukan laut Turki harus berhadapan dengan pelaut
Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat
sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal
perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.
Berhari-hari hingga berminggu-mingu
benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah maka pasukan
Constantine langsung mempertahankan celah tsb dan cepat menutupnya kembali.
Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup
menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal.
Hingga akhirnya sebuah ide yang
terdengar bodoh dilakukan hanya dalam waktu semalam. Salah satu pertahanan yang
agak lemah adalah melalui Teluk Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut
akhirnya dilakukan, yaitu dengan memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk
menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa
memasuki wilayah Teluk Golden Horn (ini adalah ide ”tergila” pada masa itu
namun Taktik ini diakui sebagai antara taktik peperangan (warfare strategy)
yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri)

70 kapal di tarik melewati bukit di
daerah Galata untuk masuk ke Teluk Golden Horn yang di hadang rantai.

Rantai yang menghalangi kapal masuk
ke Teluk Golden Horn. (koleksi Museum Hagia Sophia)

Rantai yang melindungi pintu masuk
ke Teluk Golden Horn
29 Mei 1453 M, setelah sehari istirahat perang, pasukan Turki Utsmani
dibawah komando Sultan Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan
dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian army di lapis
kedua dan terakhir pasukan elit Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan
Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga
gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan
bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya.
Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor
sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan
gugur di peperangan.
![[constantinope_seige_edirne_kusatma_.jpg]](file:///C:\Users\User\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image010.jpg)
Ottoman Siege : Pasukan Turki
Utsmani yang sangat canggih di zamannya dengan teknologi Meriam Terbesar di
zamannya
![[800px-Muhammeds_Gun.jpg]](file:///C:\Users\User\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image011.jpg)
Meriam Khalifah Muhammad Al Fatih

-
Konstantinopel telah jatuh, penduduk
kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia/ Aya Sofia, dan Sultan
Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Yahudi
maupun Kristen karena mereka(penduduk) termasuk non muslim dzimmy (kafir
yang harus dilindungi karena membayar jizyah/pajak), muahad (yang terikat
perjanjian), dan musta’man(yang dilindungi seperti pedagang antar negara) bukan
non muslim harbi (kafir yang harus diperangi). Konstantinopel diubah
namanya menjadi Islambul (Islam Keseluruhannya). Hagia Sophia pun akhirnya
dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi
penganutnya.

Toleransi tetap ditegakkan, siapa
pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian
membangun kembali kota, membangun sekolah gratis, siapapun boleh belajar, tak
ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, membangun
rumah sakit, bahkan rumah diberikan gratis bagi pendatang di kota itu dan
mencari nafkah di sana. Dan kini Hagia Sophia sudah berubah menjadi museum.

Puncak Kekhalifahan Turki Utsmani
dan Lambang Kekhalifahan

-
KISAH DRACULA (kisah nyata
yang dijadikan mitos)
Dracula (Count Dracula) atau nama aslinya Vlad Tsepes III (1431 – 1476 M) lahir di benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania pd bln November atau Desember 1431 M sekitar abad pertengahan. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), seorang gubernur militer di Transylvania yg diangkat oleh Raja Honggaria, Sigismund. Ibunya bernama Cneajna, putri dari Moldavian.
Dracula (Count Dracula) atau nama aslinya Vlad Tsepes III (1431 – 1476 M) lahir di benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania pd bln November atau Desember 1431 M sekitar abad pertengahan. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), seorang gubernur militer di Transylvania yg diangkat oleh Raja Honggaria, Sigismund. Ibunya bernama Cneajna, putri dari Moldavian.
Sejarah muncul nama Dracula. Vlad II
ayah Dracula dijadikan anggota Orde Naga oleh Sigismund Raja Honggaria. Orde
naga ini pada awalnya adalah kelompok persaudaraan dimana tempat berkumpulnya
para pendeta utk mengajarkan Taurat, tp di kemudian hari Orde Naga ini menjadi
semacam benteng Pasukan Salib untuk melawan Islam yg pada masa itu berada dalam
naungan Khilafah Islam Utsmaniyah (Ottoman seperti kata orang Eropa) yg
berpusat di Islambul (Istambul) Turki.
Kemanapun Vlad II pergi, ia selalu
memakai lencana bergambar naga. Sehingga ia sering dipanggil Vlad Dracul. Dalam
bahasa Rumania, Dracul artinya naga. Lalu bagaimana muncul nama dracula?
Akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Maka Vlad III (
Dracula) anak dari Vlad Dracul (Vlad II) dipanggil dgn nama Vlad Draculea (dlm
bhs Inggris Draculea dilafalkan mjd Dracula), yg artinya anak dari Vlad Dracul.

Vlad Tsepes III/ Dracula anak dari
Vlad Dracul. Draculea artinya anak si Dracul
Dracula memerintah selama 7 thn
dengan dua masa pemerintahan yang kejam, karena sudah membunuh kurang lebih
500.000 ribu muslimin dan hal ini sangat besar ukurannya untuk zaman tersebut.
Pada tahun 1476 M, Sultan Muhammad II yang bergelar Al-Fatih (Sang Penakluk)
menyerbu Wallachia sampai Bucarest untuk menaklukkan Pasukan Honggaria dan
Dracula. Usaha ini berhasil dengan membunuh Dracula di tepi danau Snagov.
Kemudian kepala Dracula di bawa ke Konstantinopel.

Penjajahan sejarah tak kalah
berbahaya dari bentuk-bentuk penjajahan yang lainnya. Apabila hal ini tak
dilawan maka apa yang pernah dikatakan Milan Kundera, “maka tak lama setelah itu bangsa tersebut akan mulai
melupakan apa yang terjadi sekarang dan pada masa lampau, akan benar-benar
mewujud.”




